Tampilkan postingan dengan label Router. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Router. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2009

ASUS DSL N13 Wireless Router plus Access Point

Setelah tiga bulan laluseri RT-N11 yang berhasil menyabet medali emas (karena kinerja prima sehingga memeroleh skor 4,1) kini kembali mendapatkan kesempatan melakukan review terhadap seri wireless router plus access point keluaran Asus yang berkinerja tinggi.

Berbeda dengan seri RT-N11 yang menggunakan konektor kabel RJ45 untuk koneksi ke internet, seri DSL N13 menggunakan kabel RJ11 dan teknologi ADSL. Seri ini juga dapat difungsikan sebagai print server menggunakan konektor USB 2.0.

Selain itu, berbeda dengan seri RT-N11 yang menggunakan standar koneksi wireless 802.11n dan memiliki dua antena, seri DSL N13 ini menggunakan tiga antena sekaligus. Artinya, dua di antaranya berfungsi sebagai pemancar (transceiver). Sementara saat menerima sinyal, ketiganya akan befungsi bersama-sama sebagai penangkap sinyal (receiver). Standar 802.11n memungkinkan terjadinya penerimaan dan pengiriman paket data secara bersamaan. Maka, menilik standar yang dipakai oleh Asus DSL N13 adalah 802.11n, seharusnya kecepatan transfer data (troughput) akan mendekati 100 Mbps.

Memberikan nilai plus bagi seri RT N13 ini lantaran tersedia beragam fitur keamanan dan manajemen jaringan. Mulai dari DHCP server untuk mengelola nomor IP secara dinamik, sampai dengan Virtual DMZ untuk mengisolasi komputer-komputer yang distur agar bisa diakses langsung dari Internet. Satu fasilitas lagi, yaitu SPI firewall dapat mengenali dan mementahkan upaya serangan jenis Denial of Service (DoS).

Setelah mengamati kelengkapan fitur-fitur manajemen dan jaringan,menguji Asus DSL N13 dalam hal troughput. Software NetIQ Chariot dipilih sebagai alat bantu pengujian. Hasilnya, troughput maksimal “nangkring” di angka 91,638 Mbps. Sementara itu, troughput minimal ada di angka 45,020 Mbps dan reratanya ada di angka 77,333 Mbps.

Selain througput,juga mencermati komponen uji yang lain, yaitu response time. Hal ini untuk menilai kecepatan pemrosesan dan penerusan paket data. Ternyata, response time maksimal ada di angka 1,777 detik. Artinya, DSL N13 tergolong responsif dan cepat dalam meneruskan paket data karena angka response time berada jauh di bawah 5 detik yang menjadi ambang penilaian bagus.

Untuk memantapkan pengujian dan penilaian, menjajal kinerja firewall bawaan DSL N13 dalam mengamankan port-port komunikasi. Fasilitas uji Shield Up yang disediakan oleh situs uji terpercaya www.grc.com (Gibson Research Center) digunakan sebagai alat bantu pengujian. DSL N13 dihubungkan ke situs tersebut menggunakan nomor IP publik yang dimiliki. Hasilnya, seluruh port komunikasi berada dalam status tersembunyi (Stealth). Artinya, semua port komunikasi tidak bisa dilihat oleh orang lain di Internet. Firewall dalam DSL N13 ternyata mampu mengamankan port komunikasi secara maksimal.

More about “ASUS DSL N13 Wireless Router plus Access Point”  »»

Minggu, 03 Mei 2009

Aztech DSL 605E Router Modem

Cukup dengan mengakses wisaya (wizard) koneksi internet, mengisi User ID dan password koneksi yang diberi oleh penyedia sambungan internet (ISP-Internet service provider), maka pengguna awam pun dapat terkoneksi ke internet lewat sambungan ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line).

Nama Aztech memang terbilang baru terdengar di pasar perangkat jaringan. Sampai dengan saat ini, sebagian besar produknya berbasis sambungan kabel, salah satunya adalah router modem. Beberapa edisi lampau salah satu seri modem router modem Aztech, yaitu DSL605EU. Hasilnya pengujian waktu itu cukup memuaskan karena fungsi firewall bekerja secara maksimal dan mampu menyembunyikan seluruh port komunikasi. Apakah capaian itu mampu ditunjukkan kembali oleh seri DSL 605E kali ini?

Jika dilihat dari segi ukurannya, Aztech DSL 605E tergolong cukup kompak dan ringkas. Dimensinya hanyalah 123 x 113 x 31mm. Namun sayangkan terbatasnya konektor untuk periferal atau komputer lain pada modem ini. Hanya ada satu konektor RJ45 untuk jaringan lokal (LAN-Local area network) sehingga hanya dapat digunakan untuk mengatur konfigurasi router via jaringan lokal. Setelah konfigurasi selesai dan koneksi kabel RJ45 dengan komputer pengatur konfigurasi dicabut, hanya satu komputer klien yang bisa tersambung ke router ini untuk mengakses Internet lewat koneksi kabel RJ45.

Terbatasnya konektor RJ45 juga menyulitkan pengguna jika ingin menghubungkan perangkat ini dengan perangkat lain yang bisa dibagi-pakai, misalnya NAS (Network attached storage) atau printer. Solusinya, pengguna harus menambahkan mini switch atau hub yang memiliki lebih banyak konektor RJ45.

Aztech DSL 605E menyertakan fitur-fitur tambahan yang dapat digunakan untuk mengamankan dan mengelola jaringan. Beberapa fitur yang dinilai cukup penting adalah Port Forwarding dan DMZ (Demilitarized Zone). Kedua fitur ini akan mengizinkan orang lain mengakses server dalam jaringan lokal lewat nomor IP publik dan nomor port yang digunakan oleh layanan (service), Selain itu juga terdapat fitur Web Access Control untuk mengakses antarmuka administrasi router secara remote, serta IP Filter untuk membatasi dan menyaring konten atau alamat situs Web yang dilarang.

Setelah mengamati keragaman fitur tambahan untuk mengamankan dan mengelola jaringan, segera dilakukan pengujian terhadap kinerja firewall dalam router Aztech DSL 605E yang bertugas mengamankan port-port komunikasi. Memanfaatkan bantuan fasilitas uji Shield Up dari situs uji terpercaya www.grc.com milik Gibson Research Center. Hasilnya cukup memuaskan, seluruh port komunikasi berada dalam status tersembunyi (Stealth). Artinya, port-port komunikasi tersebut tidak dapat dilihat oleh orang lain di Internet.

More about “Aztech DSL 605E Router Modem”  »»

Rabu, 29 April 2009

Setting Router Di RedHat 9.0

Berikut cara-cara setting router di linu redhat 9.0.
silahkan mencoba. IP Address yang tercantum dalam tutorial ini, hanya sebagai gambaran dalam melakukan setting saja, sehingga jika dibuat manjadi sesuatu kenyataan di lapangan harap disesuaikan dengan kenyataan yang ada. Berikut adalah skema jaringan yang akan dibangun.

Pertama yang harus di lakukan adalah mensetting serv(gateway utama) supaya bisa terhubung ke internet
Sebelum Mensetting :
1.Minta IP public ke ISP lengkap dengan netmask,broadcast dan dns nya
misalnya :

    IP: 202.169.229.25
    GATEWAY : 202.169.229.1
    Nemast: 255.255.255.192
    broadcast : 202.192.224.63
    DNS1: 202.169.224.3
    DNS2: 202.169.224.4

2.Menentukan IP local yang akan kita gunakan buat client

    Setting IP serv :
    1.[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network
    lalu isi dengan :

      NETWORKING=yes
      HOSTNAME=serv.domain.com
      GATEWAY=202.169.229.1

    lalu simpan dengan menekan :wq

2.Menconfigurasi IP eth0(default)

[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
lalu isi dengan :

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
IPADDR=202.169.229.25
BROADCAST=202.169.229.63
NETMASK=255.255.255.192
ONBOOT=yes
USERCTL=no

lalu simpan dengan menekan :wq

3.Setting dns resolve

[root@serv root]$ vi /etc/resolve.conf
lalu isi dengan nameserver dari isp kita tadi :

nameserver 202.169.224.3
nameserver 202.169.224.4

lalu simpan dengan menekan :wq

4.Setting ip_forwarding

[root@serv cachak]$ vi /etc/sysctl.conf

rubah net.ipv4.ip_forward = 0 menjadi net.ipv4.ip_forward = 1
atau kalau gak ada net.ipv4.ip_forward = 0 tambahin net.ipv4.ip_forward = 1

simpan dengan menekan :wq

5.restart network
[root@serv cachak]$ /etc/init.d/network restart
Shutting down interface eth0: [ OK ]
Shutting down loopback interface: [ OK ]
Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ]
Setting network parameters: [ OK ]
Bringing up loopback interface: [ OK ]
Bringing up interface eth0: [ OK ]

[root@www root]#chkconfig –level 2345 network on
[root@www root]#

6.testing dengan ping ke default gateway 202.169.229.1

[root@serv root]$ ping 202.159.121.1
Pinging 202.169.229.1 with 32 bytes of data:
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63

Ping statistics for 202.169.229.1:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 10ms, Maximum = 10ms, Average = 10ms

7.testing untuk ngeping google.com untuk ngecek dns nya
kalau muncul :
PING google.com (216.239.39.99) 56(84) bytes of data.
berarti dns kita untuk serv dah bekerja, tapi kalau muncul :
ping: unknown host google.com
berarti dns yang kita isikan di /etc/resolve.conf masih salah,silahkan cek lagi ke ISP nya )

nah bereskan sudah setting IP untuk serv nya )
supaya serv ini bisa sekaligus di gunakan sebagai ns server oleh client maka harus di install daemon bind atau daemon nameserver yang lain
atau kalau sudah ada tinggal hidupin Bind nya

[root@www root]# /etc/init.d/named restart
Stopping named: [ OK ]
Starting named: [ OK ]
[root@www root]#chkconfig –level 2345 named on
[root@www root]#

misalnya ip ke client adalah :
192.168.0.1/24
IP : 192.168.0.1
netmask : 255.255.255.0
broadcast : 192.168.0.255
RANGE IP CLIENT : 192.168.0.2-192.168.0.254

Setting ip untuk eth1 (yang ke client)
1.memberi IP 192.168.0.1 di eth1
[root@serv cachak]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1
lalu isi dengan :

DEVICE=eth1
BOOTPROTO=static
IPADDR=192.168.0.1
NETMASK=255.255.255.0
BROADCAST=192.168.0.255
ONBOOT=yes
USERCTL=no

lalu simpan dengan menekan :wq

2.Restart networknya

[root@serv root]$ /etc/init.d/network restart
Shutting down interface eth0: [ OK ]
Shutting down interface eth1: [ OK ]
Shutting down loopback interface: [ OK ]
Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ]
Setting network parameters: [ OK ]
Bringing up loopback interface: [ OK ]
Bringing up interface eth0: [ OK ]
Bringing up interface eth1: [ OK ]

3.Testing dengan cara ping ip eth1
[root@serv cachak]$ ping 192.168.0.1
PING 192.168.0.1 (192.168.0.1) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=1 ttl=63 time=0.356 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=2 ttl=63 time=0.269 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=3 ttl=63 time=0.267 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=4 ttl=63 time=0.268 ms

— 192.168.0.1 ping statistics —
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 2997ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.267/0.290/0.356/0.038 ms

Tinggal Setting IP computer client dengan ketentuan di bawah ini :

IP: 192.168.0.2 - 192.168.0.254
GATEWAY: 192.168.0.1
NETMASK: 255.255.255.0
BROADCAST: 192.168.0.255
NAMESERVER: 192.168.0.1

misal :

    Client01
    ===============================
    IP: 192.168.0.2
    GATEWAY: 192.168.0.1
    NETMASK: 255.255.255.0
    BROADCAST: 192.168.0.255
    NAMESERVER: 192.168.0.1

    Client02
    ===============================
    IP: 192.168.0.3
    GATEWAY: 192.168.0.1
    NETMASK: 255.255.255.0
    BROADCAST: 192.168.0.255
    NAMESERVER: 192.168.0.1

dan seterusnya sesuai banyaknya client,yang berubah hanya IP
untuk client windows maka setting IP di bagian Start Menu/Setting/Control Panel/Network

setelah di setting ip client, maka coba ping ke 192.168.0.1 dari client,kalau berhasil berarti client dan serv nya sudah tersambung.

More about “Setting Router Di RedHat 9.0”  »»

Sabtu, 28 Maret 2009

Router High Speed D-Link

D-Link, salah satu penyedia perangkat jaringan terbesar di dunia memperkenalkan jajaran router teranyarnya. Adalah D-Link DSL-520B dan D-Link DSL-2542B yang kini dibandrol dengan harga sangat terjangkau.

ADSL merupakan alat berperforma tinggi yang dirancang khusus untuk rumahan dan kantor kecil. Dengan ADSL2/2+ yang terintegrasi memungkinkan kecepatan mendownload hingga 24Mbps. Model D-Link DSL-520B memiliki port tunggal, sedangkan D-Link DSL-2542B didesain dengan 4-port router Ethernet yang terintegrasi.

Router gres D-Link memberikan kecepatan downstream 12Mbps dan upstream 1Mbps (ADSL2) atau downstream 24Mbps dan upstream 1Mbps (ADSL2+). Ragam kualitas layanan (QoS) yang memberikan dukungan prioritas antrian berganda membuat pengguna di rumah atau kantor dapat menikmati koneksi jaringan yang lancar. Menyusul adalah menikmati transmisi ADSL tinggi untuk aplikasi seperti VoIP, streaming multimedia dan permainan online melalui internet.

"Ragam produk router kami juga memiliki fitur canggih firewall dan pengaturan keamanan seperti Stateful Packet Inspection (SPI) dan Denial of Services (DoS) untuk perlindungan yang maksimal," kata Desmond Toh, Direktur Pemasaran D-Link International Pte Ltd.

D-Link juga menyertakan software D-Link Click'n Connect untuk memudahkan penginstalan ke internet. Kehebatan lainnya adalah tersedianya fitur Parental Control yang mampu memblokir situs-situs web tertentu. D-Link DSL-520B dilego seharga US$33, sedangkan D-Link DSL-2542B mematok harga US$50. (ipm)


More about “Router High Speed D-Link”  »»

My Award

award 1 award 2 award 2

Comment Please...


ShoutMix chat widget

My Visitor

free counters
 

My Code Link

(udd) blog

My Traffic

Blog Terbaik Indonesia 100 Blog Indonesia Terbaik  Add to Technorati FavoritesMy Ping in TotalPing.com
Top Global Site

Followers